Webinar Monitoring Dampak Pandemi COVID-19: Tren Gejala Depresif dan Perilaku Pada Mahasiswa

Reportase

Webinar Monitoring Dampak Pandemi COVID19: Tren Gejala Depresif dan Perilaku Pada Mahasiswa

16 April 2020


Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) bekerja sama dengan Centre For Economic Development Study (CEDS) FE UNPAD, prodi magister IKM FK UNPAD menyelenggarakan “Webinar Monitoring Dampak Pandemi Covid 19: Tren Gejala Depresif dan Prilaku Pada Mahasiswa”, pada 16 April 2020. Webinar disampaikan oleh 2 narasumber yaitu Deni Sanjaya (Peneliti Unpad dan dosen di prodi magister FK UNPAD), Adiatma Siregar (direktur CEDS dan dosesn di fakultas ekonomi UNPAD). Ada pembahas Teddy Hidayat (ketua prodi kesehatan jiwa di UNPAD), Diana Setiawatai dari (Fakultas psikologi UGM), Yayi Prabandari (guru besar FK – KMK UGM) dan dimoderatori oleh Retna Siwi Padmawati.

Perlu asesmen mental health pada civitas akademika dan mahasiswa di saat pandemi COVID-19. Asesmen dapat dilakukan melalaui daring berupa email, google form, website, webinar atau media daring lainnya. Asesmen mengidentifikasi masalah yang dialami mahasiwa akibat pandemi sehingga dapat menyusun kegiatan – kegiatan untuk mengatasi masalah dari sisi ekonomi maupun akademis.

Banyak universitas yang telah melakukan rapid assessment pada mahasiwa maupun staf akademika. Hasil rapid assessment yang telah dilakukan oleh UNPAD pada 31 Maret sampai 3 April pada mahasiwa UNPAD antara lain:

  1. Bagaimana persepsi mahasiwa terkait pandemi COVID-19-?
    51,69% mahasiwa merasa pesimis dan 42,98% mahasiswa merasa khawatir
  1. Bagaimana respon mahasiswa menghadapi pandemi COVID-19?
    Sebagian besar mahasiswa melakukan praktik sosial distancing, namun sebagian kurang memperhatikan nutrisi dan perilaku bersih dan sehat.
  1. Karantina wilayah?
    Sebagian besar mahasiswa tidak menyetujui kebijakan karantina wilayah, dan lebih favorable dengan penerapan social distancing
  1. Berapa besar mahasiswa yang mengalami gejala depresif
    1 bulan pasca terjadinya kasus COVID-19?
    Sebanyak 47% mahasiswa merasa depresi
  1. Apakah mahasiswa dengan karakteristik berikut berpeluang lebih tinggi/rendah untuk mengalami gejala depresi disaat terjadi pandemi COVID-19?
    Gejala depresif pada mahasiswa terjadi karena adanya pembatasan fisik dan didorong oleh rasa khawatir dan sikap pesimistik. Pemahaman tentang  wabah COVID-19 disertai perilaku bersih dan sehat serta nutrisi yang baik berlawanan dengan kemunculan gejala depresif
  1. Bagaimana mobilisasi mahasiswa pasca penetapan work from home
    8.6 % mahasiswa yang tidak mudik rentan secara finansial
  1. Bagaimana pola makan serta asupan nutrisi?
    Sebagian mahasiswa memiliki masalah pola makan dan asupan nutrisi serta akses terhadap protein.

Dari hasil asesmen didapatkan beberapa poin pembelajaran yaitu: a) Pembatasan fisik dan sosial merupakan salah satu cara dalam memotong rantai penyebaran COVID-19; b) Pembantasan ini dapat memiliki dampak sosial yang terkait dengan gangguan mental-emosional, kerentanan nutrisi, finansial, kesehatan fisik dan gangguan psikososial lainnya; c) Pandemi COVID-19masih belum dapat diperkirakan kapan akan berakhir dan juga bisa memberikan efek jangka panjang yang harus dihadapi bersama.

Rekomendasi UNPAD: a) Mahasiswa yang memiliki gejala depresif  memerlukan konsultasi psikologi secara aktif dan dorongan motivasi; b) Pembatasan mengakses berita terkait COVID-19di media sosial dapat menjadi salah satu penunjang untuk menurunkan gejala depresif; c) Universitas perlu melakukan edukasi khusus kepada mahasiswa terkait pembatasan fisik dan sosial maupun factor – faktor yang berpeluang meningkatkan kecenderungan gejala depresif dimasa pandemi; d) Universitas perlu melakukan tracing berkala terhadap mahasiswa yang rentan secara sosial-ekonomi agar dampak negatif dapat dideteksi secara dini; e) Pemantauan kondisi oleh sesama mahasiswa secara online dapat mendukung deteksi dini dan membantu universitas/pemerintah memberikan layanan terbaik untuk mahasiswa; f) Manfaatkan layanan-layanan konseling online yang sudah ada.

 

UGM juga melakukan survei, partisipan sebanyak 4851 mahasiswa menggunakan GAD (Deteksi dini kecenderungan gangguan kecemasan) dan PHQ (Deteksi dini kecenderungan Depresi). Sebanyak 97 individu berisiko melakukan kecendrungan bunuh diri dan melukai diri. Ini sejalan dengan paparan Teddy Hidayat Dr Sp KJ (K) : Social distancing dan isolasi menimbulkan stres yang luar biasa, sumber cemas depresi, dan suicide.

Poin diskusi

  1. Rapid asesmen bukan penelitian, ada infomed consent
  2. Kuliah from home harus dilakukan seperti kuliah biasa, mandi, makan, olahraga, menggunakan baju seperti mau kuliah, kondisikan seperti perkuliahan, physical distancing diganti dengan social distancing.
  3. Dosen harus kreatif, ada dosen yang tidak mau online hanya kirim PPT/WA.
  4. Motivasi belajar yang penting ditumbuhkan dari dalam, kalau dari dalam niatnya kuat maka tempat tidak akan jadi masalah. Tumbuhkan motivasi dari dalam.
  5. Cara menumbuhkan motivasi dalam melalui ada sesuatu yang ingin dicapai, misal ingin dapat nilai A maka dia akan lebih semangat.
  6. Cara memantau mental mahasiwa dan dosen dapat dilakukan secara berkala, dilakukan tracing secara daring.
  7. Mental health mahasiswa, setiap dosen yang mempunyai bimbingan menghubungi mahasiswa/ menyapa secara personal ataupun berkelompok
  8. Ada briefing harian kepada dosen termasuk menginokan tentant manajemen COVID-19dan memberikan call center tentang COVID-19.

 Reporter: Eva Tirtabayu Hasri disarikan dari webinar


Unduh Materi

VIDEO REKAMAN:

Categories Reportase Kegiatan

Post Author:

Forum Manajemen Covid-19

Infografis

Arsip Streaming

Open chat
Need help?
Powered by