virus, corona, board

Reportase Webinar Pengamatan Manajemen Surge Capacity di DKI dan DIY

14 April 2020


Saat ini tengah terjadi ketidakpastian lonjakan pasien COVID-19 di Indonesia. Pada webinar kali ini topik yang diangkat khusus membahas lonjakan pasien di Jakarta dan Yogyakarta.

Pengetahuan di suatu daerah, tidak bisa diketahui atau belum memberikan pembelajaran di daerah lain, makanya dirasa perlu menjembatani melalui webinar dan penelitian untuk menyiapkan sistem kesehatan dalam mengantisipasi sistem kesehatan untuk menghadapi lonjakan pasien

Puncak pandemi dimungkinkan akan membuat collaps  system kesehatan di dunia. Di indonesia sampai saat ini, jumlah yang meninggal lebih banyak daripada jumlah yang sembuh. Saat ini kalau dilihat dari grafik terlihat meningkat tajam ke atas orang positif terkena COVID-19. Seluruh pulau Jawa hampir seluruhnya menjadi zona merah.

Melihat asumsi Contact rate menurut WHO sebesar 10% dan hingga 20% dari populasi, maka di Jakarta diperkirakan ada gap kekurangan sebanyak 53.000 TT dan di Yogyakarta akan ada gap kekurangan tempat tidur sebesar 20.000, selain jumlah tempat tidur juga akan terjadi kekurangan ICU dan ventilator.  Sehingga diperlukan penelitian untuk melihat dan mengantisipasi lonjakan pasien di pelayanan kesehatan.

Penelitian ini diharapkan memberi manfaat untuk pemerintah dalam menetapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan meluasnya atau melonjaknya pasien kasus COVID-19, selain itu juga mempersiapkan apabila terjadi perubahan ODP dan OTG menjadi positif. Untuk saat ini, apabila tidak dilakukan intervensi maka akan terjadi lonjakan pasien yang sangat tinggi. Saat ini, kapasitas tempat tidur rumah sakit digunakan untuk pasien COVID-19 sebesar 50%, dan sisanya 50% lainnya digunakan untuk pasien non COVID-19.  Intervensi oleh pemerintah yang cukup besar sekalipun tetap belum memenuhi kapasitas rumah sakit.

Pada penelitian ini akan dibuat skenario menghadapi COVID-19. Skenario sebagai berikut:

  1. Skenario A optimis, jika pemerintah dan masysarakat bekerja sama untuk melakukan stay at home dan kapasitas rumah sakit cukup.
  2. Skenario B moderate, adanya kondisi lonjakan pasien COVID-19,
  3. Skenario C pesimis, adanya lonjakan pasien yang sangat tinggi (surge).

Poin yang dibahas pada penelitian ini lebih difokuskan pada skenario B dan skenario C, karena diperkirakan terjadinya mudik menjelang puasa dan lebaran. Tambahan SDM juga harus diperhitungkan terutama apakah diperlukan adanya tambahan tenaga relawan.

Penelitian ini akan membahas, fakta – fakta yang terjadi. Termasuk juga kerja sama antara pemerintah dengan swasta. Riset ini mengumpulkan data – data yang terjadi di tenaga kesehatan dan lembaga pelayanan kesehatan. Saat ini yang dikhawatirkan adalah data – data yang ada belum lengkap, sehingga bisa terjadi kesalahan dalam memperkirakan lonjakan pasien COVID-19. Pengumpulan data bisa dilakukan dengan observasi dilapangan dan atau menggunakan media yang dipercaya sumbernya, seperti website milik pemerintah.

Penelitian ini bersifat dokumentasi sehingga hasil apapun yang ada di lapangan dan media bisa di potret untuk menghadapi wabah COVID-19  ini. Kalau diperhatikan amerika yang besar itu, jumlah pasien COVID-19 sangat besar, tentu karena faktor politik dan ekonomi. Penelitian ini juga melihat dari peraturan – peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, jadi bukan dari aspek politik.

Dampak ekonomi diperkirakan akan panjang, sehingga penelitian ini menitikberatkan pada aspek kesehatan. Saat ini sudah ada peraturan relaksasi oleh pemerintah dalam hal pengadaan barang dan jasa, pajak dan aspek ekonomi lainnya.

Penelitian ini dimulai dari pengumpulan data – data dari sumber yang dipercaya. Diharapkan stakeholder terkait data dapat memberikan data yang benar dan baik.


Reportase: Yos Hendra (PKMK UGM)

Categories Arsip Kegiatan Surge/Reportase Kegiatan

Post Author:

17th17th17th17th

Forum Manajemen Covid-19

Infografis

Arsip Streaming